Saiki zaman edan Wis ngerti posoan Tapi kok isih goroan Opo wis ora wedi siksaan Saiki zaman edan Wis ngerti sholat kewajiban Tapi kok isih dulinan Opo wis wani kepanasan Saiki zaman edan Menungso podho niru kewan Sifate podho karo kewan Opo wis lali Qur'an Bumi Ilmu, 2011
Zaman Edan
Dari Diri
Dari dua mata Kudapat merenunginya Kudapat menatapnya Tajam muroqobah-Nya Dari dua telinga Kudapat mendengarnya Kalam suci milik-Nya Penuh arti serta makna Dari dua tangan Kudapat sentuhan Penuh cinta dari Tuhan Bergelar hamba beriman Bumi Ilmu, 6 Ramadhan 1433 H
Bila Ini
Bila puasa ini pelebur dosa Tak henti lisan menyebut asma-Nya Biar jatuh tumpah air mata Berharap diri bergelar takwa Bila lapar ini penahan dosa Tak henti perut dalam penatian-Nya Menatap hidangan waktu berbuka Mereguk maghfirohnya beralas cinta Bumi Ilmu, 6 Ramadhan 1433 H
Bait Lama
Awan senja tampak menguning Di penghujung Sya'ban yang kering Jiwa hanya jadi sosok terasing Di tengah dunia yang berpaling Tergusur masa yang terguling Ini bukan petir di siang bolong Atau bahkan bukan tong kosong Bahkan bukan macan ompong Yang hanya pandai cincong Aku hanya mengeja bait lama Yang masih ada walau tak bermakna Karena telah jauh tak senada Dengan jiwa- jiwa yang jumawa Bumi Ilmu, 2011
Pelan- Pelan Saja

Ajarkan Aku Sastra

Pagi Ini Aku Membaca
Kuambil buku di rak usang
Kududuk di bilik kayu tak berwarna
Menikmati semilir angin sepoi- sepoi
Dan hangatnya mentari pagi
Kuteguk teh hangat buatan ibu tadi
Kupandangi sampul buku di hadapanku
Kulihat beraneka warna menghiasi sampulnya
Kunikamati setiap bait- bait katanya
Kereguk indahnya untaian kata- katanya
Kucicipi setiap paragrafnya
Sampai halaman- halamannya
Kubuka pikiranku sampai otakku
Merasakan setiap regukannya
Merasuk sampai ke jiwaku luar biasa
Lalu anganku berhasrat menembus cakrawala
Jiwaku melayang menembus dimensi waktu serta masa
Pagi ini aku membaca
Sungguh pengalaman yang luar biasa
Seolah aku seperti mereka
Pagi ini aku membaca
Kudapat hikmah yang luar biasa
(Kampus Ilmu 2011)






